MataNegeri | MataDaerah | MataRiau | MataPolitik | MataHukum | MataBisnis | MataDunia | MataSport | MataSeleb | MataIptek | MataPesona
 
LAMR Apresiasi Polri Ungkap 59 Kg Sabu dan Tangkap 11 Penyelundup Narkoba di Riau
Kamis, 13-02-2020 - 14:19:46 WIB
Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR), Datuk Seri H. Al Azhar.
TERKAIT:
 
  • LAMR Apresiasi Polri Ungkap 59 Kg Sabu dan Tangkap 11 Penyelundup Narkoba di Riau
  •  

    PEKANBARU, MataPers - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memberikan apresiasi tinggi kepada kepolisian RI (Polri) yang berhasil menangkap 11  penyelundup narkoba dari Malaysia di Riau. Bersamaan dengan hal itu,  polisi menyita sabu 59 kilogram dari pelaku tindak pidana tersebut.

    "Terima kasih Bapak Polisi untuk pencapaian kerja ini. Kami memberi apresiasi setinggi-tingginya atas hasil kerja tersebut," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum MKA LAMR), Datuk Seri H. Al Azhar kepada pers Rabu (12/2/2020) malam 

    Sejalan dengan hal itu, LAMR juga mengajak masyarakat Riau untuk mendukung Polri dalam memberantas narkoba tersebut. Caranya bisa beragam antara lain membina keluarga untuk tidak terlibat dalam menyuburkan narkoba baik sebagai pengkonsumsi, apalagi sebagai penyalur.

    Penangkapan 11 penyelundup narkoba dilakukan di Pekanbaru dan Dumai. "Total barang  bukti yang disita adalah 59 kg narkoba jenis sabu di tempat yang berbeda, ada di Pekanbaru dan Dumai," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di , Jakarta Selatan, Rabu (12/2/2020) seperti dilansir detik.com.

    Penangkapan tersebut berawal pada 21 Januari lalu di Pekanbaru. Saat itu polisi menangkap tiga orang yang membawa sabu hasil selundupan dari Malaysia. Ketiga tersangka, Jon, Udin dan Daus kedapatan membawa 15 kg sabu dan 20 butir ekstasi. 

    Polisi kemudian menangkap dua tersangka lagi di Bengkalis yakni Mbo dan Panjul. Keduanya kedapatan membawa dua karung sabu dengan berat 25 Kg.

    Narkoba tersebut didapatkan dari dua orang berinisial FS dan IW. Selain itu, polisi juga menangkap tersangka lainnya bernama Tulang di Riau. Darinya didapat barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 5 Kg yang ditanam di ladang," ujar Krisno.

    Terakhir penangkapan  dilakukan pada 10 Februari di Dumai. Tiga tersangka lain, Riki, Sis dan Rolas yang jadi bagian dari jaringan itu ditangkap dengan barang bukti 14 kg sabu.

    Satu Kecemasan

    Datuk Seri Al Azhar menyatakan, pihaknya memberi apresiasi tinggi terhadap capaian Polri tersebut karena kegiatan itu sendiri menjawab satu dari tiga kecemasan Riau tahun 2020 ini. "Data menunjukkan, lalu lintas narkoba di Riau berada di papan atas di Indonesia yang cenderung pula meningkat," katanya.

    Alasan makin meningkatnya arus narkoba di Riau, sangat banyak. Di antarnya geografis daerah ini di kawsan perbatasan luar negeri secara langsung. Selain itu, kenyataan daerah ini yang memiliki banyak sungai dan pesisir pantai.

    Kecendrungan suburnya peredaran narkoba di Riau jelas mengancam masyarakat daerah ini terutama generasi mudanya. "Berbagai kalangan harus ikut mengatasi masalah ini dan Polri telah memperlihatkan kerja nyatanya," kata Al azhar lagi.

    Peran masyarakat dalam memberantas narkoba, kata Al Azhar, tentu sangat besar. Amat memungkinkan misalnya,  masyarakat mengetahui info peredaran narkoba lebih awal yang dapat memberi tahunya kepada polisi. 

    Soal kecemasan terhadap narkoba itu, sempat disampaikan LAMR secara langsung kepada Wakapolri, Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Promono, pertengahan Januari lalu. Saat itu, LAMR mengadakan upacara adat tepuk tawar petinggi polisi yang tumbuh dan berkembang di Pekanbaru tersebut. 

    "Tentu, harapan kita terhadap penanganan narkoba di Riau ini, masih sangat besar. Kita malah berharap agar narkoba dibasmi sampai ke akar-akarnya," tutur Datuk Seri Al Azhar. (**)



     
    Berita Lainnya :
  • LAMR Apresiasi Polri Ungkap 59 Kg Sabu dan Tangkap 11 Penyelundup Narkoba di Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
    + Indeks Berita +
    01 Gubsu Edy Rahmayadi Dilaporkan ke KPK Terkait Masalah Lahan
    02 Empat Hari Silam Suami BCL Jalani Terapi 'Emsculpt', Ini Penjelasannya
    03 23 Pengungsi Tewas Terinjak-injak Karena Berebut Makanan dan Pakaian
    04 TC Timnas U-19 Indonesia di Jepang-Korsel Terancam Wabah Corona
    05 Ashraf Sinclair, Suami Bunga Citra Lestari Meninggal Dunia
    06 Messi dan Hamilton Dinobatkan Sebagai Olahragawan Terbaik Dunia
    07 Kembangkan Perikanan dan Pertanian, Dumai Teken Kesepahaman dengan UIR
    08 Tim Kuasa Hukum Daftarkan Banding Atas Vonis 6 Tahun Kakek Pembakar Lahan di Inhil
    09 SPDP Perkara Anak Bupati Rohil Turun, Kejari Pekanbaru Siapkan Tiga Jaksa
    10 Musrenbang 2020: Drainase Jadi Skala Prioritas Usulan Kecamatan Mandau
    11 Pemkab Bengkalis Gelontorkan Rp297 Miliar Bangun infrastruktur di Mandau
    12 Mantap, Gedung DPRD Riau Bakal Dilengkapi Eskalator Senilai Rp8,5 Miliar
    13 M Rafi, Camat Reteh Inhil Meninggal Dunia
    14 Muscab V SPS Riau: Maskur Ketua Panitia, Khairul Sekretaris
    15 Kadin Inhil MoU dengan PD BPR Terkait Kerjasama Kredit UKM dan IKM
    16 Legislator Ini Khawatirkan Dana Hibah KONI Riau Menyimpang, Kok Bisa?
    17 Mengapa Orang Indonesia Sulit Terpapar Virus Corona? Ini Alasan Ilmiah Kemenkes
    18 Makin Heboh, Dugaan Kades Terpilih di Inhu Gunakan Ijazah ''Aspal''
    19 Pasal UU Pers Direvisi Lewat RUU Cilaka, Orpers: Masa Orba Bisa Terulang!
    20 UPDATE: Korban Tewas 1.665, Terinfeksi Corona 69.000 Orang di Seluruh Dunia
    21 Survei Indo Barometer: Masalah Pemerintahan Jokowi Sampai Kini Tetap Soal Ekonomi
    22 Kabar Sedih di Hari Minggu, 335 Penumpang Diamond Princess Corona
     
     
    Galeri Foto | Advertorial | Indeks Berita
    Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Tentang Kami | Info Iklan
    © 2019 MataPers.com | Akurat dan Bijak Berkabar